Sulawesi Tenggara
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
| Sulawesi Tenggara | |||
|---|---|---|---|
| Provinsi | |||
|
|
|||
| Semboyan: Bolimo Karo Somanamo Lipu | |||
| Negara | |||
| Hari jadi | 22 September 1964 | ||
| Dasar hukum | UU 13/1964 | ||
| Ibu kota | Kota Kendari | ||
| Koordinat | 6º 30' - 2º 30' LS 120º 30' - 124º 50' BT |
||
| Pemerintahan | |||
| • Gubernur | H. Nur Alam, SE, M.Si | ||
| • Wakil Gubernur | Brigjen TNI Purn. Saleh Lasata | ||
| Area | |||
| • Total | 38.140 km2 (14,730 mil²) | ||
| Populasi (2010)[1] | |||
| • Total | 2.232.586 | ||
| • Kepadatan | 59/km2 (150/sq mi) | ||
| Demografi | |||
| • Suku bangsa | Buton (23%), Bugis (19%), Tolaki (16%), Muna (15%) | ||
| • Agama | Islam 95%, Kristen, Kristen Katolik, Hindu, Budha | ||
| • Bahasa | Bahasa Indonesia, Tolaki, Moronene, Tolaki mekongga, Wolio, Muna, Wanci, Kaledupa, Binongko, Tomia, Cia-Cia, | ||
| Zona waktu | WITA | ||
| Kabupaten | 12 | ||
| Kota | 2 | ||
| Kecamatan | 104 | ||
| Desa/kelurahan | 1.529 | ||
| Lagu daerah | Peia Tawa-tawa | ||
| Situs web | www.sultra.go.id | ||
Provinsi Sulawesi Tenggara terletak di Jazirah Tenggara Pulau Sulawesi, secara geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa di antara 02°45' - 06°15' Lintang Selatan dan 120°45' - 124°30' Bujur Timur serta mempunyai wilayah daratan seluas 38.140 km² (3.814.000 ha) dan perairan (laut) seluas 110.000 km² (11.000.000 ha).
Daftar isi
Sejarah Daerah
Sulawesi Tenggara awalnya merupakan nama salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara Sulselra dengan Bau-bau sebagai ibukota kabupaten.Sulawesi Tenggara ditetapkan sebagai Daerah Otonom berdasarkan Perpu No. 2 tahun 1964 Juncto UU No.13 Tahun 1964.
A. Masa Orde Lama 1964
Pada awalnya terdiri atas 4 (empat) kabupaten, yaitu:Dengan Bau-bau sebagai ibukota provinsi. Namun, karena suatu hal ibukota provinsi berganti menjadi di Kendari.
B. Masa Orde Baru Tahun 1995
Dibentuk satu kota yaitu Kota Kendari, pemekaran dari Kabupaten Kendari, sekarang Kabupaten Konawe (3 Agustus 1995)C. Masa Era Reformasi Tahun 1999
Masa Awal Reformasi
Dibentuk satu kota Baru yaitu : Kota Bau-Bau, pemekaran dari Kabupaten Buton (21 Juni 2001)Masa Berikutnya Reformasi
Terbentuk beberapa kabupaten baru :- Kabupaten Bombana, pemekaran dari Kabupaten Buton (18 Desember 2003)
- Kabupaten Wakatobi, pemekaran dari Kabupaten Buton (18 Desember 2003)
- Kabupaten Kolaka Utara, pemekaran dari Kabupaten Kolaka (18 Desember 2003)
- Kabupaten Konawe Selatan, pemekaran dari Kabupaten Kendari (25 Februari 2003)
- Kabupaten Konawe Utara, pemekaran dari Kabupaten Konawe (2 Januari 2007)
- Kabupaten Buton Utara, pemekaran dari Kabupaten Muna (2 Januari 2007)
- Kabupaten Kolaka Timur, pemekaran dari Kabupaten Kolaka (14 Desember 2012)
- Kabupaten Konawe Kepulauan, dimekarkan dari Kabupaten Konawe (12 April 2013)
- Kabupaten Buton Tengah, dimekarkan dari Kabupaten Buton (Juli 2014)
- Kabupaten Buton Selatan, dimekarkan dari Kabupaten Buton (Juli 2014)
- Kabupaten Muna Barat, dimekarkan dari Kabupaten Muna (Juli 2014)
Demografi Daerah
Jumlah Penduduk
Pada tahun 1990 jumlah penduduk Sulawesi Tenggara sekitar 1.349.619 jiwa. Kemudian tahun 2000 meningkat menjadi 1.776.292 jiwa dan berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional Badan Pusat Statistik tahun 2005 adalah sejumlah 1.959.414 jiwa.Dari publikasi Proyeksi Penduduk Indonesia 2010 - 2035 disebutkan bahwa jumlah penduduk Sulawesi Tenggara berturut-turut (dalam ribuan) 2.243,6 (2010), 2.499,5 (2015), 2.755,6 (2020), 3.003,3 (2025), 3.237,7 (2030) dan 3.458,1 (2035).
Pertumbuhan Penduduk
Laju pertumbuhan penduduk Sulawesi Tenggara selama tahun 1990-2000 adalah 2,79% per tahun dan tahun 2004-2005 menjadi 0,02%.[butuh rujukan] Laju pertumbuhan penduduk menurut kabupaten selama kurun waktu 2004-2005 hanya kota Kendari dan Kabupaten Muna yang menunjukan pertumbuhan yang positif, yaitu 0,03 % dan 0,02 % per tahun, sedangkan kabupaten yang lain menunjukkan pertumbuhan negatif.Struktur Penduduk
Struktur umur penduduk Sulawesi Tenggara pada tahun 2005, penduduk usia di bawah 15 tahun 700.433 jiwa (35,75%) dari total penduduk, sedangkan penduduk perempuan mencapai 984.987 jiwa (20.27%) dan penduduk laki-laki mencapai 974.427 jiwa (49,73%).Jumlah penduduk tahun 1971-2010
| Tahun | 1971 | 1980 | 1990 | 1995 | 2000 | 2010 | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Jumlah penduduk | ||||||||||||
| Sejarah kependudukan Sulawesi Tenggara Sumber:[2] |
||||||||||||
Potensi Perekonomian Daerah
Komoditi unggulan
- Pertanian, meliputi: kakao, kacang mede, kelapa, cengkeh, kopi, pinang lada dan vanili
- Kehutanan, meliputi: kayu gelondongan dan kayu gergajian
- Perikanan, meliputi: perikanan darat dan perikanan laut
- Peternakan, meliputi: sapi, kerbau dan kambing
- Pertambangan, meliputi: aspal[3] , nikel, emas, marmer, batu setengah permata, onix, batu gamping dan tanah liat
Potensi Kepariwisataan Daerah
Pariwisata
Wisata sejarah
- Benteng Keraton Buton, di Kota Baubau yang merupakan benteng terluas di dunia;
- Istana Malige, di Kota Baubau dengan arsitektur khas Suku Buton dan merupakan bangunan adat yang tidak menggunkan paku;
- Kasulana Tombi, di Kota Baubau yang merupakan bekas tiang bendera Kesultanan Buton yang umurnya lebih dari tiga abad;
- Masjid Agung Keraton Buton (Masigi Ogena), di Kota Baubau yang merupakan masjid pertama yang berdiri di Sulawesi Tenggara;
- Kampua, di Kota Baubau yang merupakan mata uang Kerajaan dan Kesultanan Buton.
- Benteng Kerajaan Kabaena (Benteng Istana Tangkeno dan Benteng Tontontari) di pulau Kabaena Kabupaten Bombana
Wisata budaya
- Tenunan Buton di kota Baubau, Kabupaten Buton dan Kabupaten Buton Utara;
- Tenun Ikat di Kabupaten Wakatobi;
- Upacara Adat Mataa, dari Kabupaten Buton;
- Pekande-kandea, upacara adat masyarakat Buton Raya (Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Utara, Kota Baubau, Kabupaten Wakatobi);
- Pengrajin Besi, di Binongko, Kabupaten Wakatobi;
- Upacara Adat Posuo (Masyarakat Buton Raya);
- Upacara Adat Kabuenga, dari Kabupaten Wakatobi;
- Upacara Adat Karia, dari Wangi-wangi di Kabupaten Wakatobi;
- Upacara Adat Tururangiana Andala, dari Pulau Makassar di Kota Baubau;
- Layang-layang tradisional Khagati, dari Kabupaten Muna;
- Aduan Kuda, dari Kabupaten Muna;
- Pacuan Kuda Kabaena, dari Kabupaten Bombana;
- Upacara Adat Religi Goraana Oputa, oleh masyarakat Buton Raya;
- Upacara Adat Religi Qunua, oleh masyarakat Buton Raya;
- Gambus dan Dole-dole, alat musik khas masyarakat Buton Raya;
- Upacara adat Bangka Mbule Mbule di Kabupaten Wakatobi;
- Upacara Pongkotu'A (panen padi) di Kabupaten Bombana;
Wisata Atraksi
- Tari Balumpa dari Kabupaten Wakatobi;
- Atraksi Perahu Naga, di Kota Baubau;
- Atraksi Momani (Tarian Perang Moronene), di Kabaena Kabupaten Bombana;
- Tari Lulo Alu, dari Kabaena Kabupaten Bombana;
- Tari Galangi, Buton Raya;
- Tari Mangaru, Buton Raya;
- Tari Lumense, dari Kabaena di Kabupaten Bombana;
- Tari Dudenge, dari Kabaena di Kabupaten Bombana;
Wisata alam
- Taman Nasional Wakatobi, di Kabupaten Wakatobi yang merupakan surga bawah laut segitiga karang dunia yang memiliki spesies terumbu karang sebanyak 750 dari 850 spesies karang dunia;
- Wisata Bawah Laut Basilika, di Kabupaten Buton Selatan
- Pantai Nirwana, di Kota Baubau;
- Pantai Lakeba, di Kota Baubau;
- Kaburaburana, air terjun bertingkat di Kabupaten Buton.
- Gua Moko, di Kota Baubau;
- Gua lakasa, di Kota Baubau;
- Pantai Kamali, di Kota Baubau;
- Wantiro, di Kota Baubau;
- Hutan Tirta Rimba, di Kota Baubau;
- Batu Poaro, di Kota Baubau;
- Gua Kaisabu, di Kota Baubau;
- Danau Napabale, di Kabupaten Muna
- Lagawuna, di Kota Baubau;
- Air Terjun Samparona, di Kota Baubau;
- Pulau Sagori, di Kabupaten Bombana
- Goa Batu Buri di Kabaena Kabupaten Bombana;
- Hutan Lambusango, di Kabupaten Buton yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi.
- Sungai Tamborasi yang merupakan sungai terpendek di dunia yang terletak di Kabupaten Kolaka;
- Suaka Margasatwa Buton Utara, di Kabupaten Buton Utara;
- Cagar Alam Wakonti, di Kota Baubau;
- Permandian Bungi, di Kota Baubau;
- Kali Baubau, di Kota Baubau;
- Kolagana, di Kota Baubau;
- Sulaa, di Kota Baubau;
Sarana Infrastruktur Daerah
Pendidikan
Pendidikan Tinggi
- Univeristas Haluoleo, Kendari
- Univeristas Muhamadyah, Kendari
- Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau
- Universitas Islam Buton Nusantara, Baubau
- Univeristas Sulawesi Tenggara, Kendari
- Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN), Kendari
- Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Catur Sakti, Kendari
- Uviversitas Negei 19 November, kolaka
- AMIK Melenium kolaka
- STAI Kolaka
- POLTEK Indotec kolaka
- Avicena Kolaka
Transportasi
Pelabuhan Udara
- Bandara Haluoleo, Konawe Selatan]]
- Bandara Matahora, Wakatobi]]
- Bandara Betoambari, Bau-Bau]]
- Bandara Sagia Ni Bandera,Kolaka
Pelabuhan Laut
- Pelabuhan Murhum
- Pelabuhan Nusantara
- Pelabuhan Samudra Kolaka
- Pelabuhan Ferry (ASDP)Kolaka
- Pelabuhan Fery Wamengkoli Buton Tengah
- Pelabuhan Fery Batulo Baubau
- Pelabuhan Liana Banggai Buton Tengah
- Pelabuhan Transito Talaga Raya - Buton Tengah
- Pelabuhan Antam Pomalaa
Jalan
- Jalan Negara :
- Jalan Provinsi :
- Jalan Kota/Kabupaten :
Pemerintahan Provinsi
Daftar gubernur
| No | Foto | Nama | Mulai Jabatan | Akhir Jabatan | Keterangan |
| 1. | J. Wayong | 1964 | 1965 | ||
| 2. | Laode Hadi | 1965 | 1967 | ||
| 3. | Eddy Sabara | 1967 | 1978 | ||
| 4. | H Abdullah Silondae | 1978 | 1981 | ||
| 5. | Eddy Sabara | 1981 | 1982 | Pejabat Gubernur | |
| 6. | Ir. H. Alala | 1982 | 1992 | ||
| 7. | Drs. Laode Kaimuddin | 1992 | 2002 | ||
| 8. | Ali Mazi, SH | 2002 | 2008 | ||
| 9. | Nur Alam | 18 Februari 2008 | sedang menjabat |
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Tahun 2011 ADHB/Atas dasar harga berlaku : Rp. 32.113,1 miliar.ADHK/Atas dasar harga konstan 2000 : Rp. 12.698,1 miliar.
Tahun 2012 ADHB : Rp. 36.600,8 miliar.
ADHK : Rp. 14.020,3 miliar.
Pendapatan Asli Daerah
Berdasarkan data tahun 2013, Sulawesi Tenggara memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan rincian sebagai berikut :- Pajak dan Retribusi Daerah : Rp 417.11 Miliar
- Dana Perimbangan, seperti Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), serta dana bagi hasil pajak/bukan pajak : Rp. 1,12 Triliun
- Dana lain-lain yang sah : Rp. 344, 15 Milliar.
Total APBD
APBD Tahun 2013
Rancangan Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) Sultra Tahun 2013 dengan Estimasi sebesar Rp. 1,88 Triliun lebih.Pendapatan Domestik Bruto (PDRB) Perkapita
Nominal PDRB dalam Triwulan Tahun 2013
- Nominal PDRB triwulan I tahun 2013 mencapai 9,56 triliun rupiah.- Nominal PDRB Triwulan II-2013 mencapai 9,93 triliun rupiah.
Pendapatan
Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2013
Pajak dan Retribusi Daerah
Total sebesar Rp 417.11 MilyiarDana perimbangan
- Dana Alokasi Umum (DAU), - Dana Alokasi Khusus (DAK), - dana bagi hasil pajak/bukan pajak Total sebesar Rp. 1,12 TrilyunDana lain-lain pendapatan yang sah
Dana penyusuaian Otonomi Khusus Total sebesar Rp. 344, 15 Milyar.Neraca Perdagangan
Neraca Perdagangan Tahun 2013
Badan Pusat Statistik Pada Agustus 2013 mengalami surplus 19,55 juta dolar AS dimana impor mencapai 41,04 juta dolar dan ekspor 60,59 juta dolar AS.Angka kumulatif neraca perdagangan Januari-Agustus 2013 juga mengalami surplus yang mencapai 300,09 juta dolar AS dimana perbandingannya, impor sebesar 285,21 juta dolar AS dan ekspor mencapai angka 585,30 juta dolar AS.
Pertumbuhan Ekspor dan Impor
Pertumbuhan Ekspor dan Impor Tahun 2013
Ekspor
Badan Pusat Statistik Sulawesi Tenggara Sekitar 66,24 persen dari total ekspor non migas Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Januari-Agustus 2013 atau senilai 387,72 juta dolar AS ditujukan ke ChinaTujuan ekpor terbesar kedua adalah Belanda yakni 105,40 juta dolar AS dan Korea Selatan menempati posisi ketiga tujuan ekspor dengan capaian 72,07 juta dolar AS.
Agustus 2013 paian nilai ekspor kedua negara itu masing-masing dengan nilai 105,40 juta dolar AS dan 56,50 juta dolar AS.
Total ekspor itu, terbesar dari bijih logam terak dan abu yakni mencapai 67,20 persen dengan nilai 393,33 juta dolar AS dan ekspor besi dan baja mencapai nilai 176,25 juta dolar AS dengan nilai 30,11 persen.
Pada Agustus 2013 lalu deng nilai mencapai 348,54 juta dolar AS, sementara besi dan baja nilainya mencapai 160,68 juta dolar AS.
Impor
Badan Pusat Statistik Sulawesi Tenggara Pangsa impor terbesar datangnya dari negara tetangga Singapura yang nilainya mencapai 193,74 juta dolar AS atau 67,93 persen dari seluruh impor yang terhitung dari januari-Agustus 2013 mencapai 285,21 juta dolar AS atau naik 33,36 persen.Urutan kedua dan tiga negara pengimpor ditempati Malaysia yang mencapai nilai 77,89 juta dolar atauy 27,31 persen dan impor Cina hanya mnecapai nilkai 12,43 juta dolar AS atau 4,36 persen dari total impor seluruhnya.
Laju Inflasi dan Deflasi
Upah Minimum Provinsi (UMP)
Upah Minimum Tahun 2013
Badan Pusat Statistik Sulawesi Tenggara Upah minimum sektoral provinsi 2013 bidang pertambangan menjadi Rp1.192.720 atau naik 10,05%.UMP sektor bangunan sebesar Rp1.237.730 atau naik 9% dibanding tahun 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar