Kamis, 18 Juli 2019

PENGALAMAN MENJADI TARUNA


Assalamualaikum Wr. Wb.

Salam damai.. terima kasih sudah mampir di gubug saya..

Perkenalkan nama saya Attanabil wardhana j

Saya akan sedikit bercerita mengenai pengalaman saya menjadi taruna poltekpel sby



Pada tahun 2013, saya dinyatakan lulus dari SMA N 1 Kradenan. Setelah lulus SMA, orang tua menyarankan untuk melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi di Semarang. Karena kedua orang tua saya adalah seorang Guru, maka mereka mendaftarkan saya di salah satu Universitas Negeri di Semarang dengan jurusan Pend. Matematika, Bahasa dan Pend. Kewarganegaraan. 

Awalnya saya menolak saran dari orang tua, karena dari awal saya tidak tertarik untuk mengambil jurusan pendidikan.

Pada saat itu terjadi pro-kontra antara saya dan kedua orang tua saya, orang tua terus menyarankan untuk mengambil jurusan pendidikan, dan saya bersikeras untuk menolaknya karena saya dari dulu bercita-cita ingin sekali masuk di AKMIL.

Saya mencoba untuk bicara baik-baik dengan kedua orang tua saya atas keingingan saya tersebut, alhasil mereka menuruti kemauan saya saat itu juga. Ntah bulan apa saya lupa, saya di daftarkan di AKMIL oleh orang tua saya.

Semua persyaratan sudah siap, karena usia saya belum genap 17th dan belum mempunyai KTP, akhirnya saya gagal untuk mendaftar. Orang tua kembali menyarankan pada opsi pertama (ambil jurusan pendidikan) dan saya pun langsung menolak mentah-mentah sambil berkata "pokoknya kalau saya tidak masuk di AKMIL tahun ini, saya tidak akan kuliah". 

Disitulah awal perdebatan saya dengan orang tua. Disisi lain orang tua mendukung atas cita-citaku, disisi lain mereka juga tidak ingin saya nganggur 1 tahun untuk mendaftar lagi tahun depan. 

Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke semarang (bisa dibilang kabur dari rumah.hehehe), dalam hati saya, sambil nunggu ijazah SMA keluar, saya ingin pergi bebas. pada saat itu saya ikut dengan tetangga yang pada saat itu bekerja sebagai kuli bangunan di daerah sompok baru, semarang. 

3 minggu berlalu. Orang tua terus menghubungi by phone untuk menyuruhku pulang kerumah dan saya pun masih bersikeras untuk tidak mau kuliah kalau disuruh ambil jurusan pendidikan.

Selama 3 minggu di semarang, saya pun jalan2 ke daerah kota (simpang lima) dan saya pun melihat para taruna pelayaran berdiri dengan gagahnya, setelah saya amati, ternyata mereka adalah taruna PIP Semarang. 

Keesokan harinya saya libur kerja (hari minggu) dan saya mencari informasi untuk masuk di kampus PIP Semarang dan meminta brosur pendaftaran taruna baru.

Seperti mendapat lampu hijau bahwa pendaftaran taruna baru masih dibuka dan masih ada kesempatan untuk mendaftar.

Malamnya orang tua menghubungi saya lagi untuk lebih baik baik pulang dulu ke rumah dan dibicarakan baik-baik, dan saya pun seketika bilang kepada mereka bahwa saya tetap tidak akan melanjutkan kuliah di pendidikan, dan saya sudah menentukan pilihan, dan saya pun bersikeras untuk pilihan saya ini harus dituruti yaitu saya akan mendaftarkan diri di kampus PIP Semarang. 

Setelah orang tua menyetujui, saya pulang ke rumah dan mengumpulkan semua informasi yg berkaitan dengan kampus PIP dari media internet (termasuk syarat pendaftaran taruna baru).

Lagi dan lagi, kendala saya terletak pada KTP karena syarat pendaftaran harus mempunyai KTP. Setelah 1 bulan lamanya saya menunggu saya mengurus pembuatan KTP dan KTP saya sudah jadi. Saya pun kembali ke semarang untuk mendaftar ke PIP dan alhasil pendaftaran sudah ditutup. 

Lagi dan lagi orang tua kembali memaksa untuk kuliah dulu di pendidikan sembari nunggu tahun depan untuk daftar lagi di AKMIL dan saya masih tetep pada pendirian tidak akan mau kuliah di pendidikan. 

Setelah menggali informasi tentang dunia pelayaran, alhamdulillah.. masih ada kampus pelayaran yg menerima taruna baru yaitu poltekpeI, di kampus poltekpel masih dibuka pendaftaran calon taruna baru untuk gelombang ke-2 dan saya pun segera mendaftarkan diri,saya mendapat arahan dari panitia tentang jurusan yg akan ditempuh nantinya, yaitu jurusan NAUTIKA, TEKNIKA dan Elektro 

Setelah mendapat sedikit gambaran, saya mendaftar 2 jurusan sekaligus yaitu NAUTIKA dan ELEKTRO, karena saya tidak mempunya basic untuk mesin. setelah selesai mendaftar dan menunggu, akhirnya tiba waktunya untuk mengikuti serangkaian test menjadi calon taruna baru ( Untuk informasi pendaftaran bisa dilihat di web sipencatar)

Step by step serangkaian test (mulai dari test akademik, test kesamaptaan, test kesehatan, dll) telah saya jalani dengan baik. Pada akhirnya saya dinyatakan lolos menjadi taruna poltekpel

Saya pun segera menghubungi kedua orang tua saya bahwa saya sudah diterima menjadi calon Taruna 



1 komentar:

  1. Ini kan cerita dan pengalaman saya
    Maaf, kalau bikin konten usahakan jangan plagiat, boleh copywriting tp dengan tetap sesuai prosedur/aturan copywrite..

    https://www.arnalaut.com/2017/10/pengalaman-menjadi-calon-taruna.html

    saya tulis dan publikasikan pertama sejak tgl 10.10.2017
    Terima kasih

    BalasHapus